Perempuan.co

Berita Independent & Inspiratif

URL Berhasil Disalin
Mom

Waspada!!! Faltering pada bayi tanda awal risiko stunting

Waspada!!! Faltering pada bayi tanda awal risiko stunting

PEREMPUAN.Co, Samarinda – Setiap anak adalah anugerah bagi orang tua. Merawat anak dengan sebaik baiknya merupakan bentuk rasa syukur dan tanggung jawab orang tua kepada Tuhan Yang Maha Esa atas pemberian-Nya.

Pemantauan tumbuh kembang anak harus menjadi prioritas bagi setiap orang tua. Terutama pada 1000 hari pertama mereka tumbuh. Hal ini sangat penting untuk perkembangan fisik maupun mental anak dimasa mendatang.

Pemantauan berlanjut juga harus dilakukan untuk mewaspadai kondisi yang tidak diinginkan seperti halnya faltering.

Apa itu faltering?
Menurut dr. Meta hanindita dalam instagramnya, faltering (weight/growth) adalah suatu keadaan dimana berat badan seorang anak tidak naik seperti yang seharusnya. Bisa seret (naik berat badannya tapi kurang dari yang seharusnya), bisa juga stuck (tetap dari bulan sebelumnya), atau bahkan turun.

Ini tidak termasuk diawal kehidupan. Saat bayi baru lahir, normal sekali berat badannya akan menyusut, kemudian akan kembali ke berat lahirnya setelah 10 – 14 hari.

Berbagai literatur menyebutkan faltering akan terjadi apabila 2/3 kali pengukuran berturut turut setiap bulannya dimana kenaikan berat badan dibawah batas spesifik.

Apabila seorang anak sudah dikatakan faltering. Maka orang tua harus waspada dan segera konsultasi ke dokter, karena jika tidak segera diintervensi akan menjadi awal dari stunting.

Untuk mengetahui apakah anak kita faltering atau tidak, kita dapat melihat dari kurva di buku KIA. Berikut adalah kenaikan berat badan yang adekuat :

0 – 3 bulan : 750-900 gram/bulan
4 – 6 bulan : 600 gram/bulan
7- 9 bulan  : 450 gram/bulan
10 – 12 bulan : 200 – 300 gram/bulan
1 – 3 tahun : 240 gram/bulan
4 – 6 tahun : 180 gram/bulan

Dalam instagramnya, dr. Meta Hanindita menjelaskan pada prinsipnya penyebab faltering dibagi menjadi 3 yaitu :

  1. Asupan tidak mencukupi (paling sering terjadi)
    Asupan tidak cukup bisa disebabkan berbagai hal. Misalnya saat ASI eksklusif, posisi dan perlekatan menyusui tidak tepat. Pembuatan susu formula/MPASI yang tidak sesuai dengan panduan. Bisa juga karena kebiasaan makan yang buruk atau faktor ekonomi yang tidak mampu memenuhi kecukupan gizi keluarga.
  2. Penyerapan gizi terganggu
    Kondisi ini bisa ditemukan pada berbagai gangguan seperti : anemia, defisiensi besi, atresia bilier, alergi susu sapi, dan lain-lain.
  3. Meningkatnya metabolisme
    Hal ini bisa terjadi karena ada gangguan seperti : infeksi kronis (HIV, TBC, ISK berulang, dan lain lain), bisa juga karena keganasan kanker.

Nah, setelah kita mengetahui penyebabnya kita dapat mencegah terjadinya faltering pada anak kita. Apabila berat badan anak tidak naik berturut turut kita harus waspada dan segera konsultasikan ke dokter.

editor : Jiang Chen

Penulis : Grace Winarsih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten